Cinta sangat sensitiv bagi muslim, cinta paling tinggi hanya kepada Sang kholiq, malikat, nabi dan Rosul Nya, begitulah muslim yang di ajarkan langsung oleh sang Rosul untuk memperkenalkan cinta.
Tapi apakah kau tau hati ini memantikam cinta?
Dulu cinta ini tertutup rapat, namun setelah hadirnya dirimu semmua menjadi runtuh, hingga tutup yang dulu kembali terbuka. Sampai saat ini cinta mengetahuin luas nya dunia. Namun hati ini sungguh beruntung, bertemu dengan hati mu, ketika cinta keluar, berjalan, menatap indah nya dunia. Tidak luput dia diingatkan dengan cinta yang sebenarnya. Dengan cinta aturan nya, seperi yang dikutip di awal paragrap.
Kini, apakah cinta kalah? Mungkin waktu itu bisa menjawabnya. Tapi kali ini tak seorangpun bisa menjawab nya. Ketika aku merasakan itu, aku menahan dengan air mata yang membasahi pipi. Menutup kembali cinta yang sudah keluar dan berjalan melihat dunia, padahal dia baru memiliki teman baru. Namun teman baru itu mempunyai hati dan keimanan yag kuat, sungguh beruntung tidak terlena sehingga bisa dipaksa kembali menutup cinta ini walaupun berat.
Cinta pernah berjanji untuk berjuang bersama. Agar pertemanan hati ini terus terjaga, terus bersama hingga Allah Ridho. Namun siapa yang tau menjaga hati itu tidak mudah, apalagi hati itu sudah memiliki teman.
Mungkin susah menjaga karena tidak ada keimanan di hati jadi tidak bisa saling mengingatkan.
Tapi iklan ini saling menjaga dan mengingatkan.
Dan Iklan yang ditulis sore ini akan datang membawakan sebuat kepastian dimalam ini. Kepastian yang berat, keputusan yang sulit diterima, keputusan yang harus ditahan dengan air mata. Yaitu dengan jalan yang baik, dengan jalan yang di atur oleh Islam. Kita harus kembali berjalan masing-masing sepeti sedia kala. Kini aku menahan dengan air mata.
Comments
Post a Comment